Loadout Analisis dengan Skidding

Loadout merupakan proses pemindahan struktur besar dari lapangan fabrikasi ke atas sarana transportasi laut yang kemudian akan dibawa ke lokasi pemasangan di laut lepas. Salah satu metode yang banyak dilakukan untuk pekerjaan loadout ini adalah dengan menggunakan metode skidding; yaitu dengan cara meluncurkan obyek struktur tersebut diatas skidway, kemudian didorong atau ditarik dengan winch. Cara skidding dengan menarik struktur tersebut biasa digunakan untuk operasi loadout struktur yang berukuran relatif besar diatas 1000 ton. Sedangkan struktur dengan berat kurang dari 1200 ton bisa dengan cara mendorongnya menggunakan skidding system.

Loadout PGN SAKA Sedayu

Begitu struktur secara bertahap maju; maka sebagian bebannya akan pindah keatas sarana angkut tersebut; misalnya barge, atau kapal semi-submersible. Disini, masalah yang timbul adalah bagaimana mengontrol sistem ballast (penyeimbang) sarana angkut tersebut agar tetap stabil (trim dan list) terhadap ketinggian dermaga skidding sehingga keadaan level rata tersebut (even keel) secara vertikal antara permukaan daratan dan deck kapal akan selalu terpenuhi selama proses loadout tersebut.

Ada banyak faktor yang akan berpengaruh terhadap keadaan level ini; diantaranya adalah adanya perubahan pasang dan tinggi permukaan laut terhadap sarana angkut, syarat kapal terhadap beban yang masuk, perbedaan titik pusat beban yang belum tentu persis ditengah sarana angkut, dan lain sebagainya. Pada akhirnya hal ini akan berpengaruh juga pada kapasitas pompa ballast yang diperlukan untuk sistem ballast sarana angkutan tersebut.

Jacket Sedayu PGN SAKA setelah loadout

Masalah lain yang timbul adalah yang berkaitan dengan struktur obyek yang di-skidding itu sendiri. Selama pelaksanaan loadout integritas struktur harus dicek dari pengaruh tegangan yang berlebih (overstress) karena posisi kritisnya.  Begitu juga dengan kekuatan dan integritas dek kapal sebagai sarana pengangkutnya juga harus diperiksa sesuai dengan pembebanannya dan pengaruh ekternal yang ada.

Dengan memformulasikan beberapa parameter dari data dan perhitungan secara teoritis maka apa yang diharapkan dari loadout analisis ini akan diketahui prediksi tegangan kritis pada struktur tersebut pada proses loadout, berapa lama pelaksanaan pekerjaannya, dan bagaimana sisitem ballast yang optimum untuk stabilitas struktur dan sarana angkut selama proses loadout dapat terselesaikan.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these

No Related Post