Stabilitas Angkat Gantry Lift

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terdapat kebutuhan sederhana untuk memindahkan benda dari tempat satu ke tempat lainnya. Namun apabila kebutuhan tersebut harus dilakukan pada benda yang berdimensi besar serta cukup berat massanya maka alat bantu angkat seperti Gantry Lift sangat diperlukan. Alat bantu seperti ini harus memiliki kemampuan memindahkan objek dengan tepat dan tidak menimbulkan kerusakan pada objek seperti yang terdajadi pada gambar dibawah ini.

Kecelakaan pada saat pengangkatan menggunakan Gantry Lift

Sistem pengangkatan hidrolik gantry seperti ini telah menjadi perlengkapan standar dalam bisnis pengangkatan saat ini di Indonesia karena efektivitas biaya dan keserbagunaan dalam penyelesaian sebuah proyek. Mereka dapat digunakan untuk mengangkat dan memposisikan beban berat dalam aplikasi di mana crane tradisional sudah tidak cocok lagi atau struktur overhead permanen bukan lagi sebagai pilihan. Gantry Lift dapat diintegrasikan dengan sistem sliding yang bisa digeser dan bersifat portable atau mudah dipindahkan.

Adapun gantry lift sebagai pesawat angkat memiliki ciri, cara kerja, dan dimensi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lapangan, jumlah, profil, dan dimensi objek yang akan diangkat dan diangkut. Contoh dari pesawat angkat yang berfungsi untuk mengangkat disini adalah SL 400, SL 500, SBL 900, dan SBL 1100 buatan Hydrospec atau buatan Enerpac.

Technical Specification SBL 1100

Pada perancangan perencanaan pengangkatan dengan system gantry lifting, salah satu faktor yang paling penting adalah kekuatan hidrolik gantry terhadap beban maksimum, termasuk faktor fatique pada beam atau bagian lain yang berpotensi mengalami fatique. Ketidakakuratan pada perancangan dapat menyebabkan kegagalan pada pengankatan, bahkan dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan terhadap stabilitas pengangkatan yang bertujuan untuk memperoleh lifting plan yang akurat dan alat angkat aman untuk digunakan. Disini, stabilitas pengangkatan bukan satu-satunya faktor utama dalam membuat lifting plan. Kondisi tanah, letak titik massa cargo, faktor cuaca, dan masih banyak lagi yang harus diperhatikan.

Contoh Pengangkatan dengan Gantry Lift

Pengangkatan menggunakan hidrolik gantry dapat dilakukan dengan aman jika mengerti bahwa gantry bisa cepat menjadi tidak stabil dan akhirnya roboh. Hal ini disebabkan kaki gantry memiliki faktor keamanan terbatas terhadap tip paling ujung dari titik gulingnya, dan juga karena COG atau basisnya kecil dibandingkan dengan tinggi COG badan mereka. Oleh karena itu, evaluasi teknik harus dilakukan sebelum pekerjaan lifting; apa pun yang akan dibuat di lapangan. Personil yang mahir dengan jenis pekerjaan ini harus melakukan desain, perencanaan, dan koordinasi.

Faktor gaya yang mempengaruhi stabilitas Hidrolik Gantry

Pekerja harus mengetahui betapa pentingnya kaki gantry tetap vertikal atau tegak guna menopang kebutuhan kuat beban horizontal. Pada saat ada gaya horizontal mulai diterapkan pada bagian atas kaki pendongkrak super lift, pastikan bahwa alat untuk angkat seperti sling, shackles, atau gromate sling juga tegak lurus. Jika tidak dikoreksi, kekuatan ini dapat menyebabkan gantry terbalik atau jatuh.

Contoh stabilitas pengangkatan akibat akumulasi gaya yang terjadi

Potensi terguling ke arah rel track karena adanya gaya longitudinal. Ini bisa dihindari dengan menjaga garis beban vertikal tetap di dalam penyebaran roda, atau dasar roda skid shoes, dan pusat grafitasinya cukup jauh dari titik guling guna lebih menjaga keseimbangan akibat gaya guling yang terjadi. Penyebab gaya horizontal yang terjadi searah dengan panjang trek biasanya karena penyetelan balok track yang tidak rata sehingga menyebabkan konfigurasi trek menanjak/menurun. Adanya goyangan beban yang terjadi karena mengatasi gaya inersia atau akibat adanya perubahan kecepatan pada saat penggeseran di sepanjang lintasan. Kekuatan dari sling yang tidak terpasang baik terhadap beban yang diangkat. Ada bagian balok track yang berdekatan yang tidak rata juga bisa menyebabkan gata horizontal. Penyebab lainnya adalah saat berdiri atau berbaring dalam pengangkatan menggunakan gantri dua kaki ganda, berlawanannya gaya horizontal dapat terjadi pada masing-masing titik beban karena adanya tegangan (stress) dalam sling yang tidak terpasang secara baik.

Masing-masing pembuat grantry lift memiliki specifikasi teknis yang berbeda-beda. Jangan menggunakan perhitungan atau contoh pada kasus lain untuk diterapkan pada lifting yang berbeda. Meskipun kebanyakan Gantry Super Lift (SL), atau jenis SBL (Super Beam Lifter), atau model lain  dirancang untuk tetap stabil saat mengalami beban puncak pada saat tinggi maksimum atau ketika trek yang dijalankan tidak sempurna 5%, maka gunakan minimum factor of safety untuk guling atau roboh atau overturning dengan nilai S.F. = 1.5 atau jarak tipping point dari CoG geser (misalnya maximum 66% tipping).

About the Author

2 thoughts on “Stabilitas Angkat Gantry Lift

  1. Kang, selain stability apa saja yang harus dicek atau dihitung pada saat pengangkatan dengan menggunakan portable hydraulic gantry seperti itu? Misalnya koneksinya, landasanya, beamnya, atau cargonya?

  2. Ya, harus dicek diantaranya:

    a) Masing-masing Load Reactionnya.
    b) Load Kombinasinya
    c) Stress Check & Stability Brace-nya
    d) Lifting Beam calculation Gantry
    e) Koneksi antara Beam dan Roller Skate
    f) Koneksi antara Roller Skate dan Roller Beam
    g) Perhitungan Gantry Load, dan
    h) Stability

    Oh iya, jangan lupa load bearing juga mesti di cek terhadap landasan tanah atau stuktur dibawah gantry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these