ALVINBURHANI.NET
MUHAMMAD BURHANUDDIN BLOGSITE
Barge mooring adalah proses penambatan atau pengikatan sebuah barge (kapal tanpa mesin penggerak sendiri yang digunakan untuk mengangkut barang di perairan dalam atau dangkal) di sebuah lokasi tertentu seperti dermaga, pelabuhan, atau jetty.
Penambatan barge dilakukan dengan menggunakan sistem penambatan khusus yang dapat mencakup penggunaan tali tambat, rantai, sling, dan sistem pengikat lainnya guna menjaga barge tetap terikat dan aman di lokasi tersebut. Hal ini dilakukan agar barge tidak bergerak atau terombang-ambing oleh arus laut atau angin, sehingga memungkinkan untuk melakukan proses bongkar muat atau aktivitas lainnya dengan aman dan efisien.
Karena proses barge mooring ini penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan dalam operasi perkapalan dan pelayaran, maka dalam kursus ini akan dibahas bagamana cara menghitung mooring tongkang pada posisi beaching dan posisi sandar samping (alongside)
Want to submit a review? Login and enrolled
This course is password protected. To access it please enter your password below:
Password
Dasar Teori Ballasting
Prinsip Archimedes dan gaya apung.
Hubungan antara berat muatan, ballast, dan stabilitas.
Perhitungan Ballast
Draft survey dan displacement calculation.
Trim & stability analysis.
Ballast tank arrangement dan distribusi air ballast.
Ballast Operation Planning
Ballast sequence untuk load-out dan float-off.
Emergency ballasting scenarios.
Dokumentasi dan reporting.
Studi Kasus & Simulasi
Perhitungan ballast pada proyek offshore.
Analisis kegagalan akibat ballasting yang salah.
Ukuran & Jenis Tongkang
Menghitung Muatan Tongkang
Towing Arrangement