26-January-2026M | 07-Shaban-1447H

ALVINBURHANI.NET

MUHAMMAD BURHANUDDIN BLOGSITE

Spun Pile Transportation

Views: 10
1 0
Read Time:4 Minute, 21 Second

Penelitian ini menganalisis proses pengiriman spun pile dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Lok Tuan untuk proyek konstruksi di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Total muatan mencapai 1.641 batang spun pile dengan berat keseluruhan 5.941,296 ton menggunakan tongkang 300 kaki. Studi ini mengevaluasi durasi pemuatan, transportasi laut, pembongkaran, dan distribusi darat menggunakan 15 unit trailer. Hasil analisis menunjukkan total waktu proyek adalah 22-29 hari dengan pembongkaran dan pengantaran membutuhkan 16-19 hari.

Kata Kunci: Spun Pile, Logistik Konstruksi, Tongkang, Pelabuhan Lok Tuan, Distribusi Material


1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Spun pile merupakan material fondasi vital dalam proyek konstruksi berskala besar. Pengiriman spun pile antar pulau memerlukan perencanaan logistik yang matang, terutama untuk wilayah seperti Kutai Timur yang memiliki keterbatasan aksesibilitas pelabuhan. Pelabuhan Bontang yang lebih dekat tidak dapat digunakan karena keterbatasan fasilitas, sehingga Pelabuhan Lok Tuan menjadi alternatif terbaik.

1.2 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Menganalisis proses pemuatan dan transportasi spun pile
  2. Menghitung durasi pembongkaran dan distribusi dengan keterbatasan armada
  3. Memberikan rekomendasi optimalisasi waktu pengiriman

2. METODOLOGI

2.1 Spesifikasi Muatan

Total spun pile yang akan dikirim terdiri dari:

Jenis Spun PilePanjangJumlah (batang)Persentase
Bottom7 m44226,9%
Bottom10 m26916,4%
Upper6 m34621,1%
Upper12 m43126,3%
Upper10 m1539,3%
TOTAL1.641100%

Berat Total: 5.941,296 ton Berat Rata-rata per batang: 3,62 ton

2.2 Rute dan Sarana Transportasi

  • Pelabuhan Muat: Gresik, Jawa Timur
  • Pelabuhan Bongkar: Lok Tuan, Kalimantan Timur
  • Sarana Laut: Tongkang 300 feet
  • Sarana Darat: 15 unit trailer
  • Jarak Laut: Sekitar 10 hari pelayaran

3. ANALISIS DURASI PENGIRIMAN

3.1 Tahap Pemuatan di Pelabuhan Gresik

  • Durasi: 7 hari
  • Metode: Crane pelabuhan
  • Kapasitas: Rata-rata 234 batang/hari

3.2 Transportasi Laut

  • Durasi: 10 hari
  • Rute: Gresik – Selat Madura – Laut Jawa – Selat Makassar – Lok Tuan
  • Kondisi: Tergantung cuaca dan gelombang laut

3.3 Pembongkaran di Pelabuhan Lok Tuan

  • Durasi Bongkar: 5 hari
  • Kapasitas: Rata-rata 328 batang/hari

4. ANALISIS DISTRIBUSI DARAT

4.1 Kapasitas Armada Trailer

Dengan asumsi:

  • Kapasitas angkut per trailer: 2-3 batang spun pile (tergantung panjang)
  • Frekuensi operasi: 2 rit/hari per unit
  • Armada tersedia: 15 unit

Perhitungan Kapasitas Harian:

Skenario Konservatif (2 batang/rit):

  • Kapasitas per trailer: 2 batang × 2 rit = 4 batang/hari
  • Total kapasitas 15 trailer: 15 × 4 = 60 batang/hari

Skenario Optimal (3 batang/rit untuk pile pendek):

  • Kapasitas campuran: 2,5 batang rata-rata × 2 rit = 5 batang/hari
  • Total kapasitas 15 trailer: 15 × 5 = 75 batang/hari

4.2 Perhitungan Durasi Pengantaran

Skenario Konservatif:

  • Total spun pile: 1.641 batang
  • Kapasitas harian: 60 batang/hari
  • Waktu pengantaran: 1.641 ÷ 60 = 27,4 hari ≈ 28 hari

Skenario Optimal:

  • Kapasitas harian: 75 batang/hari
  • Waktu pengantaran: 1.641 ÷ 75 = 21,9 hari ≈ 22 hari

4.3 Strategi Paralel: Bongkar dan Antar Bersamaan

Setelah hari ke-5 pembongkaran selesai, masih ada proses pengantaran. Namun, pembongkaran dapat dilakukan paralel dengan pengantaran untuk efisiensi waktu.

Strategi Paralel:

  • Hari 1-5: Pembongkaran + Pengantaran dimulai dari hari ke-1
  • Material yang sudah dibongkar langsung diantar
  • Proses overlap menghemat waktu

Perhitungan dengan Strategi Paralel:

Jika pengantaran dimulai bersamaan dengan pembongkaran:

  • 5 hari pertama: Bongkar 328 batang/hari + Antar 60-75 batang/hari
  • Material terbongkar dalam 5 hari: 1.641 batang
  • Material terantar dalam 5 hari: 300-375 batang
  • Sisa material yang perlu diantar: 1.266-1.341 batang
  • Waktu tambahan pengantaran: 17-22 hari

Total waktu bongkar + antar = 22-27 hari


5. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Rangkuman Durasi Proyek

TahapanDurasi
Pemuatan di Gresik7 hari
Transportasi Laut10 hari
Pembongkaran di Lok Tuan5 hari
Pengantaran ke Lokasi Proyek17-22 hari
TOTAL (tanpa paralel)39-44 hari
TOTAL (dengan paralel)22-27 hari

5.2 Prediksi Waktu Bongkar dan Pengantaran

Jawaban untuk pertanyaan utama:

Dengan 15 unit trailer yang tersedia, prediksi waktu untuk pembongkaran dan pengantaran adalah:

  • Minimum: 22 hari (kondisi optimal, strategi paralel)
  • Maksimum: 27 hari (kondisi konservatif, strategi paralel)
  • Rata-rata: 24-25 hari

Catatan: Waktu ini sudah memperhitungkan strategi kerja paralel antara pembongkaran dan pengantaran.

5.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

  1. Kondisi Jalan: Jarak dan kondisi jalan lokasi proyek sangat berpengaruh
  2. Waktu Bongkar Muat: Efisiensi di lapangan proyek
  3. Cuaca: Musim hujan dapat memperlambat distribusi
  4. Perizinan: Izin jalan untuk muatan besar dan panjang
  5. Koordinasi: Sinkronisasi antara tim pelabuhan dan lapangan

6. REKOMENDASI

6.1 Optimalisasi Waktu

  1. Tambah Armada: Penambahan 5-10 trailer dapat memangkas waktu 30-40%
  2. Shift Kerja: Implementasi 2 shift dapat menggandakan produktivitas
  3. Staging Area: Siapkan area penyimpanan sementara untuk buffer stock
  4. Koordinasi Ketat: Jadwal pengiriman harian yang terstruktur

6.2 Mitigasi Risiko

  1. Persiapan rute alternatif jika ada hambatan jalan
  2. Buffer time 10-15% untuk keterlambatan tidak terduga
  3. Maintenance preventif armada trailer
  4. Asuransi pengiriman untuk material bernilai tinggi

7. KESIMPULAN

Pengiriman 1.641 batang spun pile dengan total berat 5.941,296 ton dari Pelabuhan Gresik ke Pelabuhan Lok Tuan dan distribusi ke lokasi proyek di Kutai Timur memerlukan waktu total 22-27 hari untuk tahap pembongkaran dan pengantaran dengan 15 unit trailer. Durasi ini dapat dioptimalkan melalui penambahan armada, sistem shift kerja, dan koordinasi yang efektif antara semua pihak terkait. Perencanaan yang matang dan mitigasi risiko yang baik akan memastikan kelancaran proyek konstruksi.

About Post Author

Muh. Burhanuddin

Industrial Engineer, Specialist in Heavy Cargo Transportation and Heavy Lifting Works. Hobby in computer programming, reading and writing. No occupation except waiting for a prayer time. Ready for working as a surveyor, transport planer, or as lifting engineer.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

About The Author

Be the first to write a review

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © ALVINBURHANI.NET All rights reserved. | Newsphere by AF themes.