Views: 912 12 0 Read Time:3 Minute, 12 Second Cabang mekanika yang membahas gerak benda disebut dengan kinematika. Gerak benda dibahas tanpa meperhatikan penyebabnya. Adapun cabang mekanika yang mempelajari gerak beserta penyebab gerak benda (berupa gaya dan torka) disebut dinamika. Bila suatu benda berubah posisinya (berpindah tempat) dalam kurun waktu tertentu, maka benda tersebut dikatakan mempunyai kecepatan. Bila suatu benda berubah kecepatannya dalam kurun waktu tertentu, maka benda tersebut dikatakan mempunyai percepatan. Dalam fisika, percepatan atau akselerasi adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. Akselerasi sebuah objek disebabkan karena gaya yang bekerja pada objek tersebut, seperti yang dijelaskan dalam Hukum kedua Newton. Satuan SI untuk akselerasi adalah meter per sekon kuadrat (m/s2). Percepatan bisa bernilai positif dan negatif. Bila nilai percepatan positif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami percepatan positif ini bertambah (dipercepat). Sebaliknya bila negatif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda menurun (diperlambat atau deselerasi). Adapun perhitungan yang sering digunakan dalam heavy lift cargo transportation adalah sebagai berikut: (1) (2) Dimana: x1 = posisi awal x2 = posisi akhir v1 = kecepatan awal v2 = kecepatan akhir t1 = waktu awal t2 = waktu akhir Untuk geraklurus dengan percepatan konstan: (3) Dimana: v = kecepatan setelah 1 detik v0 = kecepatan awal (m/det) t = waktu (detik) a = percepatan (m/det2) Untuk gerak lurus dengan posisi awal dan posisi akhir: (4) Dimana: x – x0 = jarak v0 = kecepatan awal (m/det) t = waktu (detik) a = percepatan (m/det2) Untuk gerak lurus dengan perlambatan: (5) atau (6) Dimana: x – x0 = jarak (s) v, v0 = kecepatan (m/det) t = waktu (detik) a = percepatan (m/det2) Contoh: Sebuah transportasi heavy cargo dengan kombinasi beban 120 ton, berjalan dengan kecepatan 50 km/jam harus berhenti dengan jarak pengereman 40 meter. Berapa breaking force atau gaya yang timbul akibat pengereman tersebut? Dan berapa waktu yang diperlikan untuk menghentikan laju kendaraan tersebut? Penyelesaian: 50 km/jam = 13.88 m/detik Gunakan persamaan (5) yang digunakan, yaitu: vt2 = v02 – 2.a.s (0)2 = (13.88 m/det)2 – 2 x a x 40m 80m x a = –192,65 m2det2 a = 2,41 m/det2 (nagatif) Gunakan persamaan (3), yaitu v = v0 + at 0 m/det = 13,88 m/det – 2,41 m/det2 x t t = 23.88 m/det / 2.41 m/det = 5,6 detik Gunakan persamaan (Newton), yaitu: F = m.a F = 120 ton x 2.41 m/det2 = 289,2 kN atau 28,92 ton Untuk jarak pengereman atau jarak yang dibutuhkan suatu kendaraan utuk berhenti, menurut AASHTO1 dengan pengaruh kemiringan jalan sebagai berikut untuk metrik: Dimana: d = jarak pengereman (m) v = kecepatan (m/det) a = percepatan (m/det2) G = kemiringan jalan (+) untuk jalan menanjak, dan (-) untuk jalan menurun. Contoh: Kecepatan Truk 10,29 m/det dengan percepatan 1,058 m/det2 dan gradien jalan -0,078, maka hitung jarak pengeremannya! Jawab: Share Facebook Twitter LinkedIn About Post Author Muh. Burhanuddin Industrial Engineer, Specialist in Heavy Cargo Transportation and Heavy Lifting Works. Hobby in computer programming, reading and writing. No occupation except waiting for a prayer time. Ready for working as a surveyor, transport planer, or as lifting engineer. https://www.alvinburhani.net Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 12 100 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % A policy on geometric design of higways and streets, 4th Edition, American Association of State Highway & Transportation Officials, 2001, hal. 111. Post navigation Prosedur Rigging Pentingnya CoG di Heavy Cargo
Terima kasih artukelnya. Biasanya di heavy cargo jarang sekali truck dalam kecepatan tinggi kecuali jalanannya bagus, dan tidak banyak obstacles. karena pengawalnya biasanya banyak yang berjalan kaki. Reply