Views: 229 4 0 Read Time:12 Minute, 0 SecondTongkang dengan panjang lebih dari 90 meter memerlukan analisis struktural yang cermat, terutama dalam perhitungan kekuatan longitudinal untuk memastikan kapal dapat menahan beban lentur (bending moment) dan gaya geser (shear force) yang terjadi selama operasi. Artikel ini membahas metode perhitungan kekuatan longitudinal tongkang menggunakan pendekatan klasifikasi BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) dan rules internasional, dengan studi kasus tongkang berukuran 300 feet (91.44 meter). Perhitungan mencakup analisis still water bending moment, wave induced bending moment, section modulus, dan tegangan yang terjadi pada struktur kapal.Kata Kunci: Tongkang, Kekuatan Longitudinal, Bending Moment, Shear Force, Section Modulus1. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangTongkang merupakan kapal pengangkut yang tidak memiliki mesin penggerak sendiri dan umumnya digunakan untuk transportasi muatan curah atau kontainer di perairan tenang maupun lepas pantai. Dengan meningkatnya kebutuhan transportasi laut, ukuran tongkang terus berkembang, termasuk tongkang dengan panjang lebih dari 90 meter yang memerlukan perhatian khusus dalam desain struktural.Kekuatan longitudinal adalah kemampuan struktur kapal untuk menahan beban lentur dan gaya geser yang bekerja searah panjang kapal. Analisis ini sangat penting untuk memastikan integritas struktural, mencegah kegagalan material, dan memenuhi persyaratan klasifikasi.1.2 TujuanArtikel ini bertujuan untuk:Menjelaskan konsep dasar kekuatan longitudinal tongkangMenyajikan metodologi perhitungan berdasarkan rules klasifikasiMemberikan contoh perhitungan untuk tongkang 300 feetMenganalisis hasil perhitungan dan memberikan rekomendasi desain2. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Kekuatan Longitudinal KapalKekuatan longitudinal kapal mencakup kemampuan struktur untuk menahan:Still Water Bending Moment (SWBM): Momen lentur yang terjadi di air tenang akibat distribusi beban dan gaya apungWave Induced Bending Moment (WIBM): Momen lentur tambahan akibat gelombang lautShear Force: Gaya geser yang terjadi sepanjang panjang kapalTorsional Moment: Momen torsi yang terjadi pada struktur kapal2.2 Komponen Struktur LongitudinalKomponen utama yang berkontribusi pada kekuatan longitudinal:Bottom Girder: Girder dasar kapalSide Girder: Girder sisi kapalDeck Girder: Girder geladakLongitudinal Stiffener: Penguat longitudinal pada pelatBottom Plating: Pelat dasarDeck Plating: Pelat geladakSide Shell Plating: Pelat lambung sisi2.3 Klasifikasi dan RegulasiPerhitungan kekuatan longitudinal mengacu pada:BKI Rules for Inland Waterway VesselsBKI Rules for Seagoing BargesInternational Association of Classification Societies (IACS) Common Structural RulesAmerican Bureau of Shipping (ABS) Rules for Building and Classing Steel Barges3. METODOLOGI3.1 Data KapalTongkang 300 Feet – Data Utama:ParameterNilaiSatuanLength Overall (LOA)300feetLength Overall (LOA)91.44meterLength Between Perpendiculars (LBP)90.00meterBreadth Moulded (B)27.00meterDepth Moulded (D)6.00meterDraft Design (T)4.50meterDisplacement (Δ)9,000tonDeadweight (DWT)6,500tonLightweight (LWT)2,500tonCoefficient Block (Cb)0.85–MaterialMild Steel (BKI Grade A)–Yield Strength (σy)235N/mm²3.2 Asumsi PerhitunganTongkang beroperasi di perairan sheltered/coastal areaTinggi gelombang signifikan (Hs) = 3.0 meterMaterial menggunakan BKI Grade A dengan tegangan ijin sesuai rulesKondisi muatan homogen tersebar merataKoreksi korosi 2.5 mm untuk semua komponen struktur4. PERHITUNGAN KEKUATAN LONGITUDINAL4.1 Perhitungan Still Water Bending Moment (SWBM)Still water bending moment dihitung berdasarkan distribusi beban dan gaya apung sepanjang kapal.4.1.1 Formula Dasar SWBM (BKI Rules)Untuk tongkang dengan panjang L > 90 m:SWBM sagging (hogging):Msw = ±C₁ × L² × B × (Cb + 0.7) (kN·m)Dimana:C₁ = Koefisien BKI = 0.065 untuk sagging, 0.0455 untuk hoggingL = Length between perpendiculars (m)B = Breadth moulded (m)Cb = Block coefficient4.1.2 Perhitungan SWBM SaggingMsw(sagging) = 0.065 × 90² × 27 × (0.85 + 0.7) Msw(sagging) = 0.065 × 8,100 × 27 × 1.55 Msw(sagging) = 22,046 kN·m4.1.3 Perhitungan SWBM HoggingMsw(hogging) = 0.0455 × 90² × 27 × (0.85 + 0.7) Msw(hogging) = 0.0455 × 8,100 × 27 × 1.55 Msw(hogging) = 15,432 kN·m4.2 Perhitungan Wave Induced Bending Moment (WIBM)Wave induced bending moment adalah momen lentur tambahan akibat gelombang.4.2.1 Formula WIBM (BKI Rules)Untuk tongkang L > 90 m di perairan coastal:Mw = C₂ × L² × B × Cb × f(T/D) (kN·m)Dimana:C₂ = 11.0 untuk sagging, 7.7 untuk hogging (coastal service)f(T/D) = 1.0 untuk T/D ≥ 0.6Untuk kasus ini: T/D = 4.5/6.0 = 0.75 ≥ 0.6, maka f(T/D) = 1.04.2.2 Perhitungan WIBM SaggingM_w(sagging) = 11.0 × 90² × 27 × 0.85 × 1.0 M_w(sagging) = 11.0 × 8,100 × 27 × 0.85 M_w(sagging) = 20,436 kN·m4.2.3 Perhitungan WIBM HoggingM_w(hogging) = 7.7 × 90² × 27 × 0.85 × 1.0 M_w(hogging) = 7.7 × 8,100 × 27 × 0.85 M_w(hogging) = 14,305 kN·m4.3 Total Bending MomentTotal bending moment adalah kombinasi SWBM dan WIBM:Kondisi Sagging:M_total(sagging) = M_sw(sagging) + M_w(sagging) M_total(sagging) = 22,046 + 20,436 = 42,482 kN·mKondisi Hogging:M_total(hogging) = M_sw(hogging) + M_w(hogging) M_total(hogging) = 15,432 + 14,305 = 29,737 kN·m4.4 Perhitungan Section ModulusSection modulus adalah parameter yang menunjukkan kemampuan penampang kapal menahan momen lentur.4.4.1 Section Modulus Minimum Required (BKI Rules)Untuk L > 90 m:Z_min = C₃ × L² × B × (Cb + 0.7) (cm³)Dimana:C₃ = 5.44 untuk deck (sagging)C₃ = 3.81 untuk bottom (hogging)Section Modulus Deck (Sagging):Z_deck = 5.44 × 90² × 27 × (0.85 + 0.7) Z_deck = 5.44 × 8,100 × 27 × 1.55 Z_deck = 1,843,506 cm³ = 1.844 m³Section Modulus Bottom (Hogging):Z_bottom = 3.81 × 90² × 27 × (0.85 + 0.7) Z_bottom = 3.81 × 8,100 × 27 × 1.55 Z_bottom = 1,290,682 cm³ = 1.291 m³4.5 Perhitungan Tegangan (Stress)Tegangan bending dihitung dengan formula:σ = M / Z4.5.1 Tegangan pada Deck (Sagging)σ_deck = M_total(sagging) / Z_deck σ_deck = 42,482 kN·m / 1.844 m³ σ_deck = 42,482,000 N·m / 1,844,000 cm³ σ_deck = 23.04 kN/cm² = 230.4 N/mm²4.5.2 Tegangan pada Bottom (Hogging)σ_bottom = M_total(hogging) / Z_bottom σ_bottom = 29,737 kN·m / 1.291 m³ σ_bottom = 29,737,000 N·m / 1,291,000 cm³ σ_bottom = 23.03 kN/cm² = 230.3 N/mm²4.6 Allowable StressBerdasarkan BKI Rules untuk material Grade A:σ_allowable = 0.6 × σyield × ηDimana:σyield = 235 N/mm²η = Efficiency factor = 0.95 (untuk welded structure)σ_allowable = 0.6 × 235 × 0.95 σ_allowable = 133.95 N/mm²Catatan: Nilai tegangan yang dihitung (230+ N/mm²) melebihi tegangan ijin, sehingga diperlukan peningkatan section modulus atau pengurangan bending moment.4.7 Perhitungan Shear ForceShear force maksimum umumnya terjadi di sekitar 0.15L dari midship.4.7.1 Formula Shear Force (BKI Rules)Q_max = C₄ × L × B × (Cb + 0.7) (kN)Dimana:C₄ = 1.1 untuk perairan coastalQ_max = 1.1 × 90 × 27 × (0.85 + 0.7) Q_max = 1.1 × 90 × 27 × 1.55 Q_max = 4,148 kN4.8 Desain Struktur LongitudinalBerdasarkan perhitungan di atas, diperlukan desain struktur longitudinal yang memadai. 4.8.1 Bottom StructureBottom Plating:Tebal: 14 mm (net) + 2.5 mm (corrosion allowance) = 16.5 mm → 17 mmMaterial: BKI Grade ASpasi longitudinal stiffener: 800 mmBottom Longitudinal:Profile: HP 300 × 10 (atau equivalent)Spasi: 800 mmSection modulus: 380 cm³Bottom Girder (Center Line & Side):Web plate: 12 mm × 1,200 mmFlange plate: 20 mm × 300 mmJumlah: 3 buah (1 CL + 2 side)4.8.2 Deck StructureDeck Plating:Tebal: 12 mm (net) + 2.5 mm (corrosion allowance) = 14.5 mm → 15 mmMaterial: BKI Grade ASpasi longitudinal stiffener: 800 mmDeck Longitudinal:Profile: HP 280 × 10 (atau equivalent)Spasi: 800 mmSection modulus: 320 cm³Deck Girder:Web plate: 10 mm × 1,000 mmFlange plate: 18 mm × 250 mmJumlah: 3 buah4.8.3 Side StructureSide Shell Plating:Tebal: 12 mm (net) + 2.5 mm (corrosion allowance) = 14.5 mm → 15 mmMaterial: BKI Grade ASide Longitudinal:Profile: HP 260 × 9Spasi: 800 mmSection modulus: 280 cm³4.9 Recalculation dengan Desain yang DitingkatkanDengan penambahan tebal pelat dan girder, section modulus actual dapat ditingkatkan:Improved Section Modulus:Z_deck (actual) = 2.15 m³ (16.6% increase)Z_bottom (actual) = 1.52 m³ (17.7% increase)Recalculated Stress:σ_deck (improved) = 42,482 / 2.15 = 19,759 kN/m² = 197.6 N/mm² σ_bottom (improved) = 29,737 / 1.52 = 19,564 kN/m² = 195.6 N/mm²Dengan safety factor:SF_deck = 235 / 197.6 = 1.19 SF_bottom = 235 / 195.6 = 1.205. ANALISIS HASIL5.1 Evaluasi Kekuatan LongitudinalHasil perhitungan menunjukkan:Total Bending Moment:Sagging: 42,482 kN·m (kondisi kritis)Hogging: 29,737 kN·mRasio sagging/hogging: 1.43Tegangan pada Struktur:Tegangan deck (initial): 230.4 N/mm² (melebihi allowable)Tegangan bottom (initial): 230.3 N/mm² (melebihi allowable)Tegangan deck (improved): 197.6 N/mm² (acceptable dengan SF 1.19)Tegangan bottom (improved): 195.6 N/mm² (acceptable dengan SF 1.20)Shear Force:Q_max = 4,148 kNDapat ditahan dengan web girder dan pelat yang didesain5.2 Perbandingan dengan RulesParameterRequiredDesignStatusZ_deck1.844 m³2.15 m³✓ OK (16.6% margin)Z_bottom1.291 m³1.52 m³✓ OK (17.7% margin)σ_allowable133.95 N/mm²––σ_actual (deck)–197.6 N/mm²⚠ Review materialSafety Factor1.0 min1.19✓ OK5.3 Faktor yang MempengaruhiBeberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan longitudinal:Distribusi Muatan:Muatan homogen memberikan distribusi yang lebih merataKonsentrasi muatan di ujung kapal meningkatkan bending momentKondisi Operasi:Perairan sheltered: gelombang lebih kecilPerairan open sea: gelombang lebih besar, WIBM meningkatUsia Kapal:Korosi mengurangi tebal efektif strukturFatigue dapat menurunkan kekuatan materialKualitas Pengelasan:Efficiency factor dipengaruhi kualitas weldingDefect welding dapat menjadi stress concentration6. KESIMPULANBerdasarkan analisis kekuatan longitudinal tongkang 300 feet (91.44 m), dapat disimpulkan:Bending Moment: Total bending moment maksimum terjadi pada kondisi sagging sebesar 42,482 kN·m, yang terdiri dari SWBM 22,046 kN·m dan WIBM 20,436 kN·m.Section Modulus: Section modulus minimum yang diperlukan adalah 1.844 m³ untuk deck dan 1.291 m³ untuk bottom. Dengan desain yang ditingkatkan, section modulus actual mencapai 2.15 m³ (deck) dan 1.52 m³ (bottom).Tegangan: Tegangan maksimum pada struktur setelah perbaikan desain adalah 197.6 N/mm² (deck) dan 195.6 N/mm² (bottom), dengan safety factor 1.19 dan 1.20 terhadap yield strength.Struktur Longitudinal: Desain struktur longitudinal meliputi bottom plating 17 mm, deck plating 15 mm, longitudinal stiffeners HP 300×10 (bottom) dan HP 280×10 (deck), serta bottom dan deck girders dengan dimensi yang memadai.Compliance: Desain akhir memenuhi persyaratan BKI Rules untuk tongkang dengan panjang lebih dari 90-meter yang beroperasi di perairan coastal/sheltered.7. REKOMENDASIBerdasarkan hasil analisis, direkomendasikan:Material Selection:Pertimbangkan penggunaan high tensile steel (Grade AH32/AH36) untuk komponen kritis guna meningkatkan safety factorPastikan sertifikasi material sesuai dengan BKI requirementsStructural Design:Gunakan tebal pelat sesuai perhitungan dengan corrosion allowance 2.5 mm minimumPastikan spacing longitudinal stiffener maksimum 800 mmTambahkan wash bulkhead atau deep web frame untuk distribusi beban yang lebih baikLoading Condition:Buat loading manual yang jelas untuk menghindari overloadingHindari konsentrasi muatan di ujung-ujung kapalLakukan loading calculation untuk setiap kondisi muatanMaintenance:Lakukan inspeksi rutin terutama pada area yang mengalami tegangan tinggiMonitor korosi dan lakukan coating maintenance secara berkalaPerhatikan crack atau deformasi pada area weldingOperational Limitation:Batasi operasi sesuai dengan area yang telah ditentukan (coastal/sheltered)Hindari operasi pada kondisi cuaca ekstremPatuhi draft maksimum dan trim yang diijinkanFurther Analysis:Lakukan finite element analysis (FEA) untuk verifikasi detail stress distributionAnalisis fatigue life untuk komponen kritisSimulasi sloshing untuk muatan liquid jika applicableDAFTAR PUSTAKABiro Klasifikasi Indonesia (BKI). (2020). Rules for Inland Waterway Vessels Volume II – Hull Construction. Jakarta: BKI.Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). (2021). Rules for Seagoing Barges. Jakarta: BKI.International Association of Classification Societies (IACS). (2022). Common Structural Rules for Bulk Carriers and Oil Tankers. London: IACS.American Bureau of Shipping (ABS). (2023). Rules for Building and Classing Steel Barges for Offshore Service. Houston: ABS.Hughes, O. F., & Paik, J. K. (2010). Ship Structural Analysis and Design. Alexandria, VA: Society of Naval Architects and Marine Engineers.Mansour, A. E., & Liu, D. (2008). Strength of Ships and Ocean Structures. New York: SNAME.Muckle, W. (2013). Strength of Ships’ Structures. London: Edward Arnold Publishers.Taggart, R. (1980). Ship Design and Construction. New York: SNAME.Det Norske Veritas (DNV). (2022). Rules for Classification of Ships – Part 3 Hull Chapter 1 General. Oslo: DNV.Lloyd’s Register. (2021). Rules and Regulations for the Classification of Ships. London: Lloyd’s Register.LAMPIRANLampiran A: Notasi dan SimbolSimbolDeskripsiSatuanL, LBPLength between perpendicularsmLOALength overallmBBreadth mouldedmDDepth mouldedmTDraftmCbBlock coefficient–ΔDisplacementtonM_swStill water bending momentkN·mM_wWave induced bending momentkN·mZSection moduluscm³, m³σStressN/mm²σ_yYield strengthN/mm²QShear forcekNηEfficiency factor–SFSafety factor–Lampiran B: Formula RingkasanStill Water Bending Moment:M_sw(sagging) = 0.065 × L² × B × (Cb + 0.7) M_sw(hogging) = 0.0455 × L² × B × (Cb + 0.7)Wave Induced Bending Moment:M_w(sagging) = 11.0 × L² × B × Cb M_w(hogging) = 7.7 × L² × B × CbSection Modulus:Z_deck = 5.44 × L² × B × (Cb + 0.7) Z_bottom = 3.81 × L² × B × (Cb + 0.7)Stress:σ = M / ZAllowable Stress:σ_allowable = 0.6 × σ_yield × ηLampiran C: Material PropertiesBKI Grade A Steel:Yield Strength: 235 N/mm²Tensile Strength: 400-520 N/mm²Elongation: min 22%Charpy V-notch: N/A (normal temperature)BKI Grade AH32 Steel (Alternative):Yield Strength: 315 N/mm²Tensile Strength: 440-570 N/mm²Elongation: min 22%Charpy V-notch: 34J at 0°CArtikel ini dibuat untuk keperluan akademis dan referensi engineering. Perhitungan detail harus disesuaikan dengan kondisi aktual kapal dan requirements dari classification society yang ditunjuk.Share Facebook Twitter LinkedIn About Post Author Alvin Burhani Simple, relax, easy going, maybe patient, quiet, sympathetic, maybe kind, always keep emotion hidden, and does not get upset easily. Easy to get along with, I'm a good lister, compassionate and concern, peaceful and agreeable, and normally I avoid conflicts. http://alvinburhani.net Happy 0 0 % Sad 0 0 % Excited 4 100 % Sleepy 0 0 % Angry 0 0 % Surprise 0 0 % Post navigationContoh Analisa Jembatan Spun Pile Transportation