Operasi laut di proyek konstruksi dan pengerukan, seperti di perairan teluk terpencil di Indonesia timur, melibatkan tongkang, tug, kapal kerja dan kapal keruk yang bergerak dalam ruang sempit. Mereka bekerja di dekat pelampung tambat, pipa, struktur dermaga, area dangkal dan kapal lain yang sedang berlabuh.

Kapal besar biasanya dilengkapi radar, AIS dan ECDIS. Tongkang tanpa awak, tug kecil, perahu survei dan kapal kerja sering tidak memiliki alat tersebut, atau alatnya hanya menunjukkan posisi antena, bukan posisi seluruh lambung. Sementara itu hampir setiap pengawas lapangan membawa ponsel Android yang sudah memiliki penerima GNSS, kompas dan layar.
Vessel Tracker adalah aplikasi Android yang mengubah ponsel menjadi alat bantu penentuan posisi kapal: ia menggambar garis lambung tongkang, kapal atau tug di atas peta satelit dan memberi alarm bila lambung terlalu dekat dengan pelampung, rintangan atau kapal lain. Artikel ini menjelaskan masalah yang mendasarinya, rujukan yang dipakai, fungsi, batasan, kelebihan dan kekurangannya, serta teknologi yang dipilih untuk membuatnya.
Vessel Tracker dibuat untuk memanfaatkan perangkat yang sudah ada itu. Tujuannya sederhana yakni menampilkan di mana seluruh badan kapal berada, berapa jarak tepinya ke bahaya terdekat, dan area mana saja yang sudah dilalui.

Aplikasi menampilkan data navigasi (lintang–bujur, UTM, SOG, COG, haluan, akurasi dan jumlah satelit), garis lambung di peta satelit, radius kerja radar dengan sapuan, daftar tanda dengan jarak bebas, serta layar uji GPS dan kalibrasi (Gambar 3). Data tanda, lintasan dan pengaturan disimpan di ponsel; ekspor tersedia dalam CSV (dengan UTM), GPX dan KML.
Testing
Hasil uji menunjukkan bahwa galat perhitungan aplikasi jauh lebih kecil daripada galat posisi GNSS ponsel. Ketidakpastian posisi lambung karena itu didominasi oleh akurasi GNSS (3–5 m), ketelitian pengukuran posisi ponsel di geladak, dan galat haluan. Galat haluan 2° pada jarak 78 m dari ponsel ke haluan menggeser haluan sekitar 2,7 m, sebanding dengan galat GNSS, sehingga kalibrasi kompas sama pentingnya dengan kualitas sinyal.
Kegunaan
Aplikasi berguna untuk olah gerak di area kerja yang padat, pengecekan jarak ke pelampung tambat dan rintangan, pemantauan cakupan kapal keruk atau perahu survei, dan pencatatan posisi untuk laporan. Batasan pemakaiannya adalah sebagai berikut:
- Bukan pengganti pengamatan, radar, AIS atau ECDIS, sesuai Aturan 5 COLREG[3].
- Bukan alat survei hidrografi; akurasi orde meter tidak memenuhi IHO S-44 Special atau Exclusive Order[5].
- Kapal lain hanya terlihat bila dimasukkan sebagai tanda; aplikasi tidak menerima data AIS.
- Akurasi menurun di dekat crane, bangunan atas dan atap baja akibat halangan dan multipath[1].
- Kompas ponsel terganggu oleh baja dan peralatan listrik; ponsel harus terpasang tetap menghadap haluan.
| Bagian | Teknologi | Pertimbangan |
| Layar dan perhitungan | HTML, CSS, JavaScript dalam satu file | Satu kode untuk peramban dan Android; mudah diubah dan diuji |
| Peta | Leaflet 1.9.4; Esri World Imagery; Google Map Tiles API (opsional) | Sumber terbuka dan ringan [7]; Esri tanpa kunci API |
| Geodesi | Bidang lokal timur–utara; UTM WGS84 [8] | Cukup akurat pada jarak ratusan meter; UTM untuk laporan; tanpa pustaka tambahan |
| Aplikasi Android | Java, WebView, GPS_PROVIDER, GnssStatus, layanan latar depan jenis lokasi [6] | Posisi dibaca langsung; jumlah satelit tersedia; tetap berjalan saat layar mati; tidak bergantung Google Play Services |
| Kompas | Sensor rotation vector Android | Lebih stabil daripada event peramban; dikoreksi variasi dan offset |
| Penyimpanan | Penyimpanan lokal; ekspor ke folder Downloads | Tanpa server dan akun; data tetap milik pengguna |
| Build dan rilis | aapt2, javac, dx, bundletool; target API 36, minimum API 24 | Tanpa Android Studio; format AAB untuk Google Play; mendukung ponsel lama |
Vessel Tracker bisa mengubah ponsel Android menjadi alat bantu penentuan posisi lambung dan peringatan tabrakan untuk operasi tongkang dan kapal. Perhitungan geometri lambung, jarak bebas, konversi koordinat dan swept area terbukti tepat pada kasus uji, dengan galat jauh di bawah galat GNSS ponsel. Pemilihan HTML, JavaScript dan Leaflet untuk layar serta Java native untuk akses GPS dan kompas menghasilkan aplikasi yang ringan, berjalan tanpa sinyal seluler, tetap aktif saat layar mati, dan dapat dibangun tanpa biaya lisensi.

Dengan akurasi sekitar 3–5 m, aplikasi tepat sebagai alat bantu pengamatan dan bukti cakupan kerja, bukan sebagai alat survei atau pengganti peralatan navigasi wajib. Pengembangan lanjutan yang disarankan adalah: (1) uji akurasi lapangan terhadap titik tersurvei dan penerima DGNSS pada beberapa jenis kapal; (2) peta luring untuk area kerja; (3) integrasi data AIS; dan (4) dukungan penerima GNSS eksternal (DGNSS atau RTK) untuk akurasi di bawah 1 m.